Definisi
Cloud Computing
Cloud Computing merupakan evolusi yang mengadopsi
virtualization, service-oriented architecture and utility computing. Cloud
Computing memungkinkan konsumen teknologi untuk memikirkan komputasi secara
efektif dengan biaya minimal dan dapat diandalkan. Hal lain yang juga tidak
perlu lagi dikhawatirkan oleh penguna adalah tentang bagaimana membangunnya,
cara kerjanya, siapa yang mengoperasikan atau dimana harus meletakkan.
Virtualization adalah penciptaan versi virtual (bukan
aktual) terhadap sumber daya teknologi informasi, seperti sistem operasi,
server, perangkat penyimpanan (storage) atau sumber daya jaringan. Virtualisasi
dapat dilihat sebagau bagian dari tren secara menyeluruh dari Enterprise TI
yang mencangkup autonomic computing. Autonomic Comptuting merupakan sebuah
skenario di mana lingkungan TI akan mampu melakukan pengelolaan sendiri (self
management) didasarkan pada aktivitas yang dirasakan dan utility computing.
Kekuatan pemrosesan komputer dianggap sebagai sebuah utilitas yang memungkinkan
klien membayar sesuai yang diperlukan. Terdapat eberapa pemahaman tentang Cloud
Computing yang dapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud Computing:
a.
Internet bisa dianggap cloud besar.
Cloud berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal
istilah ‘cloud’. Jadi semuanya disambungkan ke ‘cloud’, atau cloud itu. (Stevan
Greve).
b.
Cloud Computing adalah gabungan
pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet
(‘cloud’). Cloud (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana cloud yang
sering digambarkan di diagam jaringan komputer, cloud (cloud) dalam Cloud
Computing jugamerupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikan.
c.
Dalam perspektif teknologi komunikasi
sendiri, cloud computing atau komputasi cloud dapat diartikan sebagai suatu
teknologi yang memanfaatkan internet sebagai resource untuk komputasi yang
dapat direquset oleh pengguna dan merupakan sebuah layanan ddengan pusat server
bersifat virtual atau berada dalam cloud (internet) itu sendiri.
Cara
Kerja
Seorang pengguna cloud membutuhkan perangkat klien
seperti laptop atau komputer desktop, komputer pad, ponsel pintar atau sumber
daya komputasi lainnya dengan web browser untuk mengaksessistem cloud melalui World
Wide Web. Biasanya pengguna akan login ke cloud pada penyedia layanan atau
perusahaan swasta. Cloud Computing bekerja secara client-server, menggunakan
protokol web browser. Cloud menyediakan server berbasis aplikasi dan semua
layanan data kepada pengguna, dengan output ditampilkan pada perangkat klien.
Jika pengguna inginmembuat dokumen menggunakan pengolah kata, cloud menyediakan
server berbasis aplikasi yang cocok yang berjalan pada server yang menampilkan
pekerjaan yang dilakukan oleh pengguna pada layar web browser klien.
Syarat
Cloud Computing
1. On-Demand
Self-Services
Sebuah
layanan cloud computing harus da[at dimanfaatkan oleh pengguna melalui
mekanisme swalayan dan lagsung tersedia pada saat dibutuhkan.
2. Broad
Network Access
Sebuah
layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan
alat apapun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan.
3. Rapid
Elasticity
Sebuah
layanan Cloud Computing harus dapat menaikkan atau menurunkan kapasitas sesuai
kebutuhan.
4. Resource
Pooling
Sebuah layanan Cloud Computing harus
tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien.
5. Measured
Service
Sebuah layanan Cloud Computing harus
disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses
pembayaran.
Pengertian
Electronic Data Interchange
Pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange) adalah
proses transfer data
yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem
komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik.
Istilah
ini umumnya dipakai dalam konteks perdagangan
dan bisnis,
khususnya perdagangan elektronik atau e-dagang.
Biasanya digunakkan oleh perusahaan-perusahaan dalam memudahkan proses
pertukaran data
transaksi yang berulang-ulang antar perusahaan.
EDI sangat bergantung kepada pengembangan format standar
untuk dokumen-dokumen
bisnis seperti faktur,
pesanan pembelian, dan surat tanda terima. Harus ada persetujuan dari
pelaku-pelaku bisnis
yang terkait dan pengakuan di tingkat nasional
maupun internasional untuk dapat menggunakan
format-format standar
ini dan mentransmisikan data secara elektronik.
Sejarah perkembangan
Pada
tahun 1964,
seorang manajer
penjualan yang bekerja di American
Hospital Supply Company (AHSC) menciptakan sebuah sistem untuk
menangani masalah inventoris dalam sebuah rumah sakit
lokal di Amerika Serikat. Manajer
penjualan itu memberikan sejumlah kumpulan kartu berlubang (punched card) kepada rumah sakit
lokal tersebut. Setiap buah punched
card merepresentasikan tiap pembelian barang dari AHSC, kemudian punched card ini dimasukkan ke dalam
sebuah kotak persediaan untuk mengindikasikan kapan barang tertentu harus
dipesan lagi. Di waktu yang bersamaan, punched
card-punched card itu
dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam card
reader yang disediakan untuk para pelanggan.
Data dikirim
melalui saluran telepon
standar ke sebuah kunci mesin punch (keypunch)
di AHSC, dimana set punched card–punched card yang identik
diduplikasi. Pemenuhan pesanan kemudian dikerjakan secara biasa.
Pertukaran
data elektronik ini ternyata meningkatkan keakuratan dan efisiensi dalam
pemesanan persediaan-persediaan pada banyak rumah sakit
di Amerika Serikat. Ketidakakuratan pemesanan
berkurang, waktu pengiriman menjadi lebih cepat, dan permasalahan kekurangan
inventori pun dapat diatasi dalam rumah sakit-rumah sakit
tersebut. Dalam beberapa tahun ke depan, EDI yang sebelumnya hanya berbasis sistem
one-to-one seperti yang pertama
kali digunakkan oleh AHSC, kemudian berkembang menjadi pasar-pasar elektronik
baru yang berisi komunitas-komunitas industri
pelanggan,
pemasok,
penghasil, dan fasilitator jaringan. EDI kemudian menjadi suatu nilai penting
dalam kemitraan perdagangan.
Standar EDI
Kunci
dari aplikasi EDI terletak pada kodifikasi dan strukturisasi data menjadi sebuah format yang umum dan
disetujui. Proses kodifikasi dan strukturisasi dokumen-dokumen
untuk transaksi bisnis
tidaklah sederhana. Standar EDI dikembangkan di berbagai sektor industri,
dalam berbagai negara,
dan prosesnya dipengaruhi oleh struktur-struktur komite dan prosedur yang
rumit. Berikut adalah beberapa contoh standar EDI: EDIFACT (dirancang oleh PBB), BACS (digunakkan
dalam Britania Raya), ODETTE (digunakkan dalam industri
otomotif Eropa),
ANSI X12 (digunakkan dalam berbagai sektor bisnis
di Amerika Utara).
Keuntungan dalam penggunaan EDI
- Penghematan waktu. Pada dasarnya EDI menggantikan transaksi yang menggunakan kertas menjadi transaksi berbasis elektronik. Hal ini telah menghemat waktu yang tadinya dialokasikan untuk menulis, mencetak, dan pengiriman melalui jasa pos.
- Penghematan biaya. Biaya untuk membayar peralatan, prangko, jasa pos, pegawai dan petugas dapat dikurangi karena sistem EDI telah menyederhanakan semua ini ke dalam sebuah urutan yang sistematis dan otomatis.
- Minimalisasi kesalahan. Kesalahan yang sering terjadi dalam pekerjaan manual biasa terjadi karena bekerja menggunakan kertas dilakukan oleh manusia, sedangkan sistem EDI adalah sistem yang berbasis komputer sehingga kesalahan dalam proses pertukaran informasi dapat dikurangi oleh kalkulasi komputer.
- Respon yang cepat. Cara pemesanan tradisional yang menggunakan kertas membutuhkan waktu berhari-hari untuk dokumen-dokumen transaksi mencapai tujuan pengirimannya. Waktu dalam penungguan ini sebenarnya mempunyai nilai yang cukup berarti bagi para pelaku bisnis. Sistem EDI yang menggunakan bentuk elektronik dalam proses pengiriman dapat dalam sekejap mengirimkan dokumen-dokumen transaksi kepada para pelaku bisnis sehingga mereka mempunyai waktu yang lebih banyak untuk menentukan manuver-manuver bisnis.
- Aliran kas. Siklus dalam perdagangan menjadi lebih cepat seiring mempercepatnya proses pesanan dan pengiriman yang juga memengaruhi kecepatan pembayaran. Bertambah cepatnya pembayaran akan berdampak pada meningkatnya arus kas.
- Peluang dalam bisnis. Jumlah pelanggan meningkat dan mereka biasanya hanya akan berbisnis dengan pemasok yang menggunakan EDI. Persaingan pun meningkat dalam memulai bisnis baru karena adanya penggunaan EDI. Industri supermarket dan perakit kendaraan merupakan contoh bisnis yang banyak menggunakan EDI dalam kemitraannya.
Referensi :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Pertukaran_data_elektronik
- https://books.google.co.id/books?id=pd8uDwAAQBAJ&dq=apa+itu+cloud+computing&hl=id&source=gbs_navlinks_s
Pengarang : Mohammad Jamil, Rosihan, Acham Fuad
Penerbit : Deepublish, 2016