Rekayasa Komputasional
Rekayasa Komputasional (Computational Engineering) adalah kegiatan rekayasa yang memanfaatkan komputasi
sebagai alat bantu, terutama pada tahap pengolahan data, perancangan dan
pengujian. Sejak lama, rekayasa bersandar pada eksperimen maupun analisis
matematik, namun dengan semakin kompleksnya sistem yang ingin dibangun, proses
itu makin sulit, panjang, dan mahal. Dengan tersedianya fasilitas komputasi
yang makin hebat, bisa dibangun model berbasis komputer untuk proses analisis,
simulasi, optimisasi hingga pengujian. Dengan demikian rekayasa komputasional
menawarkan alternatif dengan biaya rendah, resiko ringan, waktu relatif pendek
dan hasil yang cukup akurat. Dalam membuat sebuah program Rekayasa
Komputasional dapat mengunakan Bahasa C.
Bahasa C
Bahasa pemrograman C merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer.
Dibuat pada tahun 1972 oleh Dennis Ritchie untuk Sistem
Operasi Unix di Bell Telephone Laboratories.
Meskipun C dibuat untuk memprogram sistem dan jaringan komputer namun
bahasa ini juga sering digunakan dalam mengembangkan software aplikasi. C juga
banyak dipakai oleh berbagai jenis platform sistem operasi dan arsitektur
komputer, bahkan terdapat beberepa compiler yang sangat populer telah tersedia.
C secara luar biasa memengaruhi bahasa populer lainnya, terutama C++ yang
merupakan extensi dari C.
Versi
Bahasa C
C K&R
Pada tahun 1978, Dennis
Ritchie dan Brian Kernighan menerbitkan edisi pertama
dari buku yang berjudul The C Programming Language. Buku ini hingga
sekarang diakui sebagai kitab suci bahasa C dan merupakan referensi utama
seorang pemrogram yang ingin mengetahui tentang bahasa C, terutama karena
begitu lengkapnya cakupan buku ini tentang bahasa C dan mudahnya program yang
dicontohkan dalam buku ini.
Versi bahasa C yang ditampilkan
dalam buku ini kemudian dikenal dalam kalangan pemrogram sebagai C K&R.
Pada buku The C Programming Language edisi kedua kemudian
melingkupi ANSI C yang diperkenalkan belakangan.
ANSI C & ISO C
Pada perkembangannya, muncul versi-versi C lain yang pada akhirnya membuat
kebingungan di kalangan pemrogram. Karena itu, pada tahun 1983, American
National Standards Institute (ANSI) membuat sebuah komite untuk membuat
sebuah versi standar dari bahasa C. Setelah melalui proses yang panjang dan
sengit, pada tahun 1989, telah berhasil disahkan standar yang dinamakan ANSI
X3.159-1989, versi ini seringkali dinamakan ANSI C, atau kadang-kadang C89.
Pada 1990, versi ANSI C diadopsi oleh Organization for Standardization (ISO) dengan sedikit
perubahan dengan nama ISO/IEC 9899:1990. Versi ini seringkali dinamakan ISO C
atau C90. Karena versi ANSI C dan ISO C hanya memiliki sedikit perbedaan,
pemanggilan C90 dan C89 merujuk pada bahasa yang sama.
C99
Versi C99 dibuat oleh ISO C pada tahun 1999. Versi ini dimaksudkan
terutama untuk memperbanyak dukungan kepada pemrograman berorientasi objek,
terutama setelah C++, yang dibuat berdasarkan bahasa ini mendapat tempat yang
istimewa di kalangan pemrogram.
Komponen Bahasa C
1. Character set
Character set adalah sekumpulan
karakter yang biasanya berupa angka, huruf dan berbagai karakter lain yang
terstandardisasi, yang masing-masing memiliki ID unik yang disebut code point. Karakter yang ditampung pada suatu character
set tergantung pada jenis character set itu sendiri.
· - Letters
· - Digits
· - Special
Characters
· - White
Spaces
2. Identifier
Identifier adalah suatu pengenal
atau pengidentifikasi data yang kita deklarasikan agar kompiler dapat
mengenalinya. Digunakan untuk mempermudah proses penanganan data atau
nilai. Dapat dikatakan juga sebagai suatu tempat untuk menyimpan nilai.
Diberi nama unik dan memiliki tipe data. Aturan penulisan identifier adalah
sebagai berikut:
·
Tidak boleh
sama dengan nama keyword reserved, function, dan harus unik.
·
Maksimum 32
karakter. Bila lebih, maka karakter selebihnya tidak akan diperhatikan oleh
komputer.
·
Case
sensitive : membedakan huruf besar dan kecil
·
Karakter
pertama harus huruf atau underscore (_), selebihnya boleh angka.
·
Tidak boleh
mengandung spasi / blank
3. Keyword
Dari sekian
kata-kata yang digunakan dalam suatu bahasa pemrograman ada yang dinamakan
dengan kata kunci (keyword) dan ada juga yang digunakan sebagai fungsi
(function). Keyword, adalah identifier yang telah didefinisikan oleh
bahasa C. Sifat keyword memiliki arti dan pemakaian tertentu, serta dituliskan
dalam huruf kecil.
4. Tipe Data
Tipe data adalah suatu pengenal
(identifier) yang merupakan bagian program yang paling penting karena tipe
data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh komputer.
Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan
hasil yang berbeda tergantung tipe datanya.Jika 5 dan 2
bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya
bertipefloat maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang
tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.
Bahasa C menyediakan 5 macam tipe data dasar, yaitu :
1. Integer yaitu bilangan bulat dideklarasikan dengan
int.
2. Long integer yaitu integer dengan skala yang lebih
besar.
3. Floating point yaitu bilangan pecahan
dideklarasikan dengan float.
4. Double precision yaitu bilangan pecahan ketepatan
ganda dideklarasikan dengan double.
5. karakter dideklarasikan dengan char.
5. Konstanta
Konstanta merupakan suatu nilai yang
tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu
tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta
dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50;
13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan
beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain :
\a : untuk bunyi bell (alert)
\b : mundur satu spasi (backspace)
\f : ganti halaman (form feed)
\n : ganti baris baru (new line)
\r : ke kolom pertama, baris yang
sama (carriage return)
\v : tabulasi vertical
: nilai kosong (null)
\’ : karakter petik tunggal
\” : karakter petik ganda
\\ : karakter garis miring
Daftar Pustaka